 |
| Lapak di salah satu warga yang menjual kuliner jaman biyen |
Kegiatan budaya bertajuk “Busu Jaman Biyen” resmi berakhir dengan penuh kesan mendalam dan antusiasme luar biasa dari masyarakat. Diselenggarakan selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 April, acara ini berhasil menghadirkan ruang rekonsiliasi budaya yang hidup dan membumi di tanah adat.
 |
Pagelaran terbang gandul di pertunjukan oleh warga
|
Meskipun sempat diguyur hujan di awal pelaksanaan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat warga. Justru, setelah hujan reda, ribuan pengunjung berdatangan memadati lokasi acara. Suasana semakin terasa syahdu dengan nuansa obor yang temaram, menerangi sudut-sudut kampung, berpadu dengan suara toa yang menggema di keheningan malam, memutar lagu-lagu jadul yang membangkitkan kenangan masa lampau.
 |
| cosplay warga mencari kayu dan rumput |
Alunan lagu-lagu klasik seperti yang dipopulerkan Ida Laila terdengar mengalun, menciptakan atmosfer nostalgia yang kental. Warga pun turut memeriahkan suasana dengan berbagai peran dan ekspresi unik. Ada yang cosplay sebagai pencari kayu bakar, berkeliling kampung sambil menawarkan dagangan dengan gaya tempo dulu, menghadirkan kembali kehidupan sederhana yang kini mulai jarang ditemui.
 |
| Sinden dan pengrawit topeng dharmo langgeng |
Di sisi lain, keceriaan anak-anak menambah hangat suasana. Dengan pakaian ala anak SD zaman dulu, mereka bermain ban sepeda motor, berlarian menyusuri jalanan kampung, menghadirkan potret masa kecil yang begitu akrab dan membumi.
 |
| Uyon-uyon dari musisi jawi |
Seluruh lapak UMKM yang ikut serta dalam kegiatan ini dilaporkan ludes terjual dengan kuliner jaman biyen, menjadi bukti nyata bahwa acara ini tidak hanya menghidupkan budaya, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga. Interaksi antara pelaku usaha dan pengunjung berlangsung hangat, memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan.
 |
| Pertunjukan wayang topeng jabung |
Rangkaian acara yang diisi dengan berbagai pertunjukan seperti Mocopat, Grebek Pawai, Terbang Gandul, Topeng Darmo Langgeng, hingga Ludruk Organik “Hikayat Keblek” dan Uyonn-Uyon, semuanya berjalan dengan lancar dan mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat.
 |
| Keroncong Keroncong S3 (Senandung Suara Sidorejo). |
Dengan semangat “Nguri-uri kabudayan, nguatake paseduluran, lan ngilingi asal-usul”, “Busu Jaman Biyen” tidak hanya menjadi sebuah acara, tetapi juga pengalaman kolektif yang menghidupkan kembali nilai-nilai tradisi, mempererat persaudaraan, serta mengingatkan pentingnya menjaga jati diri budaya di tengah arus zaman.
 |
| Adegan Ludruk Organik berjudul Hikat Keplek |
Keberhasilan acara ini diharapkan menjadi pijakan untuk kegiatan budaya serupa di masa mendatang, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan warisan leluhur.
 |
| Mocopat Mbok Ngatinah |
0 Comments:
Posting Komentar