KECAMATAN JABUNG | KAMPUNG ADAT | DUSUN BUSU MALANG | KABUPATEN MALANG

Breaking

Kampung adat jaman dulu dimana ada busu pada masa lalu tanpa adanya penerangan. dan merasakan keadaan kampung masa itu
Pawai wayang orang di kampung adat
Penampilan para pemain ludruk organik yang pemainya dari warga kampung dan basik mereka bukan pemeran seni
Pertujukan wayang kulit oleh dalang cilik.

Senin, 10 Agustus 2020

8/10/2020 04:21:00 AM 0



 "Tanda blarak" (daun kelapa)


Kampung Adat | Satu kearifan lokal dusun Busu, Slamparejo, kec. Jabung. Blarak yang di gapit bambu dan ditancapkan di sekitar lahan ini merupakan satu rambu rambu bahwa tidak boleh ngarit (mencari rumput/ambil rumput) disekitar tanda tersebut.

Meskipun peraturan ini tidak tertulis, namun dikalangan masyarakat dusun Busu, yang kebanyakan adalah petani dan peternak sapi perah sangat mematuhinya.

"Bila sudah ada tanda seperti itu maka tidak akan ada yg mencuri (ngarit) dilahan itu" jelas salah satu warga Busu. Desa Busu punya banyak peraturan adat yg tersirat dan tanda blarak adalah salah satunya. 

Sebagai media siar Dusun Busu, Kampung Adat com akan berusaha membuka ruprik "kearifan Lokal" yang mana sangat erat dan melimpah didaerah Mbusu ini. Semoga dengan satu demi satu mengumpulkannya dan mempublikasikan bisa menjadi salah satu media pendidikan dalam mengenal dan mencintai Dusun Busu ini.

#kearifanlokal #dusunbusu #slamparejo #jabung #malang #jawatimur 

Sabtu, 25 April 2020

Patrol Budaya, Pandemi dalam Romadhon di Dusun Busu

4/25/2020 08:57:00 AM 1
Patrol Budaya, Pandemi dalam Romadhon di Dusun Busu

Kabupaten Malang | Wilayah Nusantara memang dikenal dengan ribuan adat tradisi dan segala bentuk kesenian ada didalamnya. Setiap momen bisa dibilang selalu diiringi dengan adat tradisi. Dan momen Romadhon, saat jutaan umat Nusantara yg beragama islam melaksanakan ibadah puasa Romadhon. Tradisi yang bisa dipastikan ada dan hadir dalam masyarakat yaitu musik Patrol.

Musik Patrol biasanya di lakukan oleh masyarakat terutama anak mudanya dengan tujuan membangunkan tidur masyarakat untuk sahur. Musik Patrol menjadi tradisi selama Romadhon yang lumrahnya para remaja ini berkeliling desa atau kampungnya dengan membunyikan alat musik seadanya. dimainkan secara berkelompok dan mulai terdengar pada waktu sepertiga Malam hingga menjelang Imsyak. Wilayah Dusun Busu, Desa Slamparejo, Jabung, Kabupaten Malang yang mayoritas masyarakatnya muslim ini juga dikenal sangat kreatif dalam mengisi "kemeriahan" bulan Romadhon salah satunya adalah tradisi Musik patrol Budaya. Dengan alat seadanya namun rancak dan enak dinikmati lagu lagu yang dimainkan. 

Kreatifitas dalam musik Patrol tiap Romadhon remaja Busu Patut diacungi jempol, mereka menyebutnya Patrol Budaya dan selain itu, kreatifitas seni Musik Patrol Budaya mereka mendapat apresiasi banyak orang, buktinya beberapa tahun belakangan para remaja ini sering memdapat tanggapan patrol di wilayah desa lain, bahkan pada romadhon tahun lalu, mereka berpatrol di wilayah Wendit Kota Malang. Dan beruntung pada romadhon tahun ini saya berkesempatan mendengarkan karya musik patrol mereka. Yang didalamnya banyak nama pemusik otodidak Busu, mereka antara lain: 
Gambang : Cak Agus
Gong: Cak Eddy 
Kenong : Cak Angga
Kecer ; Cak Ryan
Angklung : Cak Pi i
Kendang pipo: Cak Ali
Pemikul gong: Cak Udin dan Cak Fatkul
Pemikul angklung: Cak Kinun dan Cak Adi
Mayoret Patrol: Cak Abit.

Dan untuk mendukung kelancaran para remaja ini juga menisbahkan Cak jekky dan Cak kino sebagai orang yang bertanggung jawab pada keamanan selama rombongan Musik Patrol Budaya ini berkeliling desa. Seperti biasa rombongan akan selalu patuh pada Cak Dimas yang memang sebagai pembuka jalan atau rute mana saja yang akan di lewati ditiap malamnya selama sebulan Patrol di wilayah Dusun Busu.

Musik yang mereka mainkan lebih mendekati genre campursarian, dan bisa di bilang lagu wajib dalam tiap Musik Patrol Budaya Busu ini yaitu Jago kluruk, Sambel kemangi, Caping nggunung dan Lingsir wengi yang mana menjadi kesukaan masyarakat Busu ini. 

Di masa Pandemi saat ini, hadirnya Musik Patrol Budaya Busu ini semakin menambah rasa aman bagi masyarakat wilayah Dusun Busu, Slamparejo, Jabung, Kabupaten Malang ini. Mengapa demikian, karena di bulan Romadhon tahun 2020 ini kondisi keamanan di wilayah Malang Raya kurang kondusif karena maraknya tindak kejahatan yang disinyalir ulah oknum mantan Napi yang mendapat pembebasan program Asimilasi tahanan. Semoga dengan adanya Patrol dan Kampling mampu menambah rasa aman dan tentram umat muslim untuk beribadah di bulan suci ini. 

Kamis, 16 April 2020

Uni, buah kaya manfaat masih ada di Alas Busu

4/16/2020 10:02:00 AM 0
Uni, buah kaya manfaat masih ada di Alas Busu

Siang itu, kami berkesempatan menjelajah hutan di wilayah busu. Hutan yg masih asri ini bertempat diwilayah dusun Busu, desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Melewati jalanan bebatuan dan melitasi banyak ladang (komplangan) milik masyarakat mbusu. 

Alas atau hutan di wilayah dusun Busu mempunyai banyak nama, mungkin tidak banyak masyarakat Busu yang paham, terlebih generasi saat ini. Nama-nama hutan ini secara toponimi berdasar nama orang yang membuka saat pertama kali masyarakat Busu dalam memanfaatkan hutan di wilayahnya. Semenjak itu, hutan wilayah busu terbagi atas nama Alas Jasero, Alas Bonsimpen, Alas Bonekas, Alas Rabun, Alas Watuondo, Alas Rabil, Alas Watu Gogor, Alas Watu Gede, Alas Gentong (coban), Alas Keningar, dan banyak lagi. 

Dan siang itu, saya bersama Mas Handoko, dan Cak Sulkan menempuh jalanan menuju Alas Jasero. Alas dimana pohon Uni/Wuni/Huni/Buni ini tumbuh. Di Nusantara ini memang pohon uni mempunyai banyak nama, biasanya nama Uni dan Wuni lebih dikenal di wilayah Jawa, Sedangkan diwilayah Pasundan (Jawa Barat) buah ini di sebut Buni. Buah kecil berbiji ini mempunyai rasa yang sedikit masam bila belum masak, berwarna merah muda ketika muda dan hitam bila telah tua dan masak. 

Tumbuhan buah Uni saat ini memang mengalami kelangkaan, oleh karena itulah, banyak masyakat yang tidak mengerti tentang manfaat dan kandungan dari buah kecil mungil kesukaan burung dan monyet hutan ini. Buah Uni ini mempunyai banyak kandungan fitamin antara lain Vitamin C, Vitamin B1, Vitamin B2, Vitamin E, provitamin A, juga memiki kandungan mineral besi yang baik bagi metabolisme tubuh. Dalam dunia kedokteran buah ini telah banyak di manfaatkan untuk obat penyakit kurang darah, darah kotor, hipertensi, jantung, pencernaan dan batuk. 

Dengan manfaat yang begitu banyak, akan tetapi masyakat jarang menyukainya karena rasa kecut dan asam. Terlebih memang buah ini tidak familier di masyarakat. Akan tetapi buah Uni yang sebarannya ada di Asia ini sangat familier dan dikenal oleh industri obat yang mengetahui manfaat kandungan buah mungil ini.

Hutan atau Alas Mbusu masih kaya dengan aneka pohon buah dan biji-bijian yang kaya dengan manfaat, hanya kita sebagai generasi muda yang harus menjaga dan mencari tahu manfaat pepohonan disekitar kita, dengan begitu kita akan menjaganya.

Setelah sampe di dalam Alas Jasero, kami bertiga mendapati ada tiga titik pohon Uni dengan buah yang sangat lebat. Cak Solkan sebagai penunjuk arah dan yang mengetahui lokasi langsung memanjat pohon uni. Beberapa ranting dengan buah yang lebat di tebangnya. Saya bersama Mas Handoko berjaga di bawah serta mulai memungut ranting dengan buah Uni yang lebat dan kami langsung memetiki Buah Uni yang langsung kami masukan ke wadah Plastik. Tidak begitu lama Sak wadah bekas beras itu pun penuh. Kami pun menyudahi panen Uni dan segera pulang karena cuaca sudah mulai mendung. 

Selama perjalanan pulang, tidak lupa kami mencari lumbu untuk sayur masakan nantinya di rumah, sekian dulu ya ceritanya, kalau ingin menikmati rasa asam kecut penuh fitamin ini, monggo kerumah hehe..



Sabtu, 21 Maret 2020

Harlah Ashabul Kahfi dusun Busu Cermin Kebersamaan Masyarakat adat Busu

3/21/2020 03:39:00 AM 0
Harlah Ashabul Kahfi dusun Busu Cermin Kebersamaan Masyarakat adat Busu
Telah beranjak 1 tahun Ashabul Kahfi dusun Busu, Ashabul Kahfi ini merupakan ikatan muda mudi dusun Busu dalam seni  Banjari yang merupakan giat islami muda mudi dusun Busu.  Ashabul Kahfi yang selalu meramaikan dan mengisi kegiatan keagamaan di wilayah Busu ini kini berulang tahun yang pertama.

Ashabul Kahfi yang di anggotai muda mudi antara lain Muhammad Suep, muhammad kholili,Suhermanto, Rohman, Sunardi, Muhammad Rojiin, Muhammad Junaidi, Alfian Sahrul Faridian, Risaldi Fajar Karisma, Khariono, Muhammad Arif, Ulul Irfani, Feri Irawan, dan anggota lainnya.

Seni Banjari Ashabul Kahfi dusun Busu, desa Slamparejo, kec Jabung ini mempunyai kekhasan yaitu memadukan seni banjari tradisi dan kontemporer. Dengan gotong royong masyarakat dusun busu, malam ini menggelar pengajian yang insyaallah akan di isi oleh Gus Sifak dari Kemantren.

Dengan mengaparesiasi  potensi dusun busu, gelar satu tahun ashabul kahfi ini mendapat dukungan dari masyarakat yang selama ini bergerak dalam bidang jasa dekor, sound sistem, bahkan jasa penyediaan peralatan pernikahan. Mereka yang ikut mendukung harlah ini antara lain Adeva, HR Audio, 4G audio, NS audio, Abl Audio, Energi Audio, JM audio, HN dekorasi, Wildan audio.

Harlah pertama Ashabul kahfi juga mengangkat tema Isrok Mi'roj yang mrndapat dukungan dari beberapa organisasi bawahan NU anak ranting dusu Busu antara lain Anak Ranting Muslimat Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor dan Banser  dusun Busu dan kegiatan ini juga mendapat suport dari program Babusalam Mengaji, dalam harlah ini juga nantinya ada penampilan dari Drumband Alkhomar dari dusun Busu.

Melihat antusias masyatakat yang bergotong royong dan saling mengapresiasi kegiatan harlah ini, pihak desa yang di wakili oleh Kepala Dusun Busu yaitu Bapak Sapuan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini bisa memberi semangat kembali dalam kebersamaan masyarakat dusun Busu, Slamparejo, kec.Jabung dalam segala hal kegiatan kemasyarakatan.

"BEBARENGANGAN UJUD AKE SEJAHTERANING URIP" pungkas Pak Sapuan disela kegiatan.

Sabtu, 14 Maret 2020

Oi Malang Tanam Pohon dan Reresik di Kampung Adat

3/14/2020 09:36:00 AM 0
Oi Malang Tanam Pohon dan Reresik di Kampung Adat
~ALAM DAN PELATARAN SEBUAH KAMPUNG~
------------------------------------
Besok Tgl 15 Maret 2020 adalah hari bersejarah buat kampungku, Jikalau nanti anak dan cucuku membaca status ini, jaga dan lestarikan alam di kampung ini untuk generasi selanjutnya dan buatlah sebagai ladang amal keluarga kita.

Pohon adalah tempat menumpang hidup,'' kata penyair dan filsuf asal Jerman, Herman Hesse.
''Dari pohon, kita bisa melatih kepekaan dalam mendengar... pohon itu rumah. Pohon itu sumber kebahagiaan.''
Semua orang pasti tahu apa arti penting pohon bagi dunia dan bagi kehidupan kita, akan tetapi berapa banyak orang yang sadar apa sih sebenarnya arti pohon bagi kehidupan kita?
Memberi oksigen, Mencegah banjir, Mencegah longsor dan sebagainya.. itu didalam percakapan dan debat-debat kita.. tetapi faktanya ? saat semua tau bahwa pohon itu pemberi oksigen bagi kita, masih banyak juga yang menebangnya, kita semua tau bahwa pohon dapat mencegah banjir tetapi masih banyak juga pohon yang mengaliri sungai-sungai kita, semua tau bahwa pohon bisa mencegah longsoran tetapi masih banyak juga yang cuek terhadap kegunaan pohon di pinggiran sungai dan tebing. Coba tanya dalam hati, apa sih kegunaan pohon bagi kita? Sudahkah kita mengerti sepenuhnya? Atau hanya sekedar tau bahwa pohon itu penting? Atau hanya untuk memenuhi memori di otak kita? Sudah saatnya berbuat. Gak zaman lagi berkata tanpa ada perbuatan.
Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat


Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat

Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat


Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung AdatOi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat
Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat
- SALAM -
Perubahan cuaca merupakan dampak dari ketidak berimbangan alam, ekologi yang mengalami banyak kerusakan. Penebangan hutan, pencemaran lingkungan dan rusaknya ekologi air dan kali adalah tanggung jawab manusia. Karena manusialah yang banyak berperan dalam rusaknya alam ini. Sebagai tanggung jawab kami masyarakat Busu, BPK Oi Malang Raya, bersinergi untuk mencegah kerusakan alam yang memang semakin parah ini.Dan oleh karena itulah, Kami ingin mengetuk dan merangkul semua orang yang berfikiran dan mempunyai kegelisahan yang sama atas bencana ekologi yang menghantui kita bersama ini. Kami mengundang semua elemen lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam kegiatan tanam pohon dan reresik Kali yang mana adalah muara dari beberapa aliran sungai yang mengaliri Jabung dan sekitarnya. Kita bergerak dari muara, seperti air mengalir ke bawah. Muara bersih lestari niscaya aliran ke bawah akan terus jernih.

Ayo bergerak bersama, dan bila mempunyai bibit pohon apapun bisa ditanam di bantaran muara sungai dusun Busu ini.

*Sendiri kita setetes, bersama kita samudera*