KECAMATAN JABUNG | KAMPUNG ADAT | DUSUN BUSU MALANG | KABUPATEN MALANG

Breaking

Kampung adat jaman dulu dimana ada busu pada masa lalu tanpa adanya penerangan. dan merasakan keadaan kampung masa itu
Pawai wayang orang di kampung adat
Penampilan para pemain ludruk organik yang pemainya dari warga kampung dan basik mereka bukan pemeran seni
Pertujukan wayang kulit oleh dalang cilik.

Sabtu, 21 Maret 2020

Harlah Ashabul Kahfi dusun Busu Cermin Kebersamaan Masyarakat adat Busu

3/21/2020 03:39:00 AM 0
Harlah Ashabul Kahfi dusun Busu Cermin Kebersamaan Masyarakat adat Busu
Telah beranjak 1 tahun Ashabul Kahfi dusun Busu, Ashabul Kahfi ini merupakan ikatan muda mudi dusun Busu dalam seni  Banjari yang merupakan giat islami muda mudi dusun Busu.  Ashabul Kahfi yang selalu meramaikan dan mengisi kegiatan keagamaan di wilayah Busu ini kini berulang tahun yang pertama.

Ashabul Kahfi yang di anggotai muda mudi antara lain Muhammad Suep, muhammad kholili,Suhermanto, Rohman, Sunardi, Muhammad Rojiin, Muhammad Junaidi, Alfian Sahrul Faridian, Risaldi Fajar Karisma, Khariono, Muhammad Arif, Ulul Irfani, Feri Irawan, dan anggota lainnya.

Seni Banjari Ashabul Kahfi dusun Busu, desa Slamparejo, kec Jabung ini mempunyai kekhasan yaitu memadukan seni banjari tradisi dan kontemporer. Dengan gotong royong masyarakat dusun busu, malam ini menggelar pengajian yang insyaallah akan di isi oleh Gus Sifak dari Kemantren.

Dengan mengaparesiasi  potensi dusun busu, gelar satu tahun ashabul kahfi ini mendapat dukungan dari masyarakat yang selama ini bergerak dalam bidang jasa dekor, sound sistem, bahkan jasa penyediaan peralatan pernikahan. Mereka yang ikut mendukung harlah ini antara lain Adeva, HR Audio, 4G audio, NS audio, Abl Audio, Energi Audio, JM audio, HN dekorasi, Wildan audio.

Harlah pertama Ashabul kahfi juga mengangkat tema Isrok Mi'roj yang mrndapat dukungan dari beberapa organisasi bawahan NU anak ranting dusu Busu antara lain Anak Ranting Muslimat Fatayat, IPNU, IPPNU, Ansor dan Banser  dusun Busu dan kegiatan ini juga mendapat suport dari program Babusalam Mengaji, dalam harlah ini juga nantinya ada penampilan dari Drumband Alkhomar dari dusun Busu.

Melihat antusias masyatakat yang bergotong royong dan saling mengapresiasi kegiatan harlah ini, pihak desa yang di wakili oleh Kepala Dusun Busu yaitu Bapak Sapuan sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan ini bisa memberi semangat kembali dalam kebersamaan masyarakat dusun Busu, Slamparejo, kec.Jabung dalam segala hal kegiatan kemasyarakatan.

"BEBARENGANGAN UJUD AKE SEJAHTERANING URIP" pungkas Pak Sapuan disela kegiatan.

Sabtu, 14 Maret 2020

Oi Malang Tanam Pohon dan Reresik di Kampung Adat

3/14/2020 09:36:00 AM 0
Oi Malang Tanam Pohon dan Reresik di Kampung Adat
~ALAM DAN PELATARAN SEBUAH KAMPUNG~
------------------------------------
Besok Tgl 15 Maret 2020 adalah hari bersejarah buat kampungku, Jikalau nanti anak dan cucuku membaca status ini, jaga dan lestarikan alam di kampung ini untuk generasi selanjutnya dan buatlah sebagai ladang amal keluarga kita.

Pohon adalah tempat menumpang hidup,'' kata penyair dan filsuf asal Jerman, Herman Hesse.
''Dari pohon, kita bisa melatih kepekaan dalam mendengar... pohon itu rumah. Pohon itu sumber kebahagiaan.''
Semua orang pasti tahu apa arti penting pohon bagi dunia dan bagi kehidupan kita, akan tetapi berapa banyak orang yang sadar apa sih sebenarnya arti pohon bagi kehidupan kita?
Memberi oksigen, Mencegah banjir, Mencegah longsor dan sebagainya.. itu didalam percakapan dan debat-debat kita.. tetapi faktanya ? saat semua tau bahwa pohon itu pemberi oksigen bagi kita, masih banyak juga yang menebangnya, kita semua tau bahwa pohon dapat mencegah banjir tetapi masih banyak juga pohon yang mengaliri sungai-sungai kita, semua tau bahwa pohon bisa mencegah longsoran tetapi masih banyak juga yang cuek terhadap kegunaan pohon di pinggiran sungai dan tebing. Coba tanya dalam hati, apa sih kegunaan pohon bagi kita? Sudahkah kita mengerti sepenuhnya? Atau hanya sekedar tau bahwa pohon itu penting? Atau hanya untuk memenuhi memori di otak kita? Sudah saatnya berbuat. Gak zaman lagi berkata tanpa ada perbuatan.
Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat


Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat

Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat


Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung AdatOi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat
Oi Malang Reresik dan Tanam Pohon di Kampung Adat
- SALAM -
Perubahan cuaca merupakan dampak dari ketidak berimbangan alam, ekologi yang mengalami banyak kerusakan. Penebangan hutan, pencemaran lingkungan dan rusaknya ekologi air dan kali adalah tanggung jawab manusia. Karena manusialah yang banyak berperan dalam rusaknya alam ini. Sebagai tanggung jawab kami masyarakat Busu, BPK Oi Malang Raya, bersinergi untuk mencegah kerusakan alam yang memang semakin parah ini.Dan oleh karena itulah, Kami ingin mengetuk dan merangkul semua orang yang berfikiran dan mempunyai kegelisahan yang sama atas bencana ekologi yang menghantui kita bersama ini. Kami mengundang semua elemen lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam kegiatan tanam pohon dan reresik Kali yang mana adalah muara dari beberapa aliran sungai yang mengaliri Jabung dan sekitarnya. Kita bergerak dari muara, seperti air mengalir ke bawah. Muara bersih lestari niscaya aliran ke bawah akan terus jernih.

Ayo bergerak bersama, dan bila mempunyai bibit pohon apapun bisa ditanam di bantaran muara sungai dusun Busu ini.

*Sendiri kita setetes, bersama kita samudera*

Puisi yang memukau dalam even Tepung Sedulur ing Tahun Anyar

3/14/2020 09:31:00 AM 0
Puisi yang memukau dalam even Tepung Sedulur ing Tahun Anyar



Even budaya Tepung Sedulur ing Tahun Anyar yang diselenggarakan di Kampung Treteg, Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kabupaten Malang berlangsung sangat meriah. Dengan penerangan seadanya bisa memukau ratusan pengunjung yang hadir. Spotlight manual dengan menggunakan senter menjadi satu kreatifitas tersendiri dimalam itu, sabtu, 4 Januari 2020.

Banyak penampilan yang disuguhkan dipanggung terbuka dengan background sesek anyaman bambu ini, dari Tarian Srikandi, Tari Tradisi Beskalan, Tari Dolanan, Bang Bang Raino, bahkan music etnik dari Gubug Panji dan Kampung Cempluk.

Dari banyak penampilan itu ada sebuah karya yang mendapat banyak apresiasi tepuk tangan di banding dengan lainnya. Penampilan itu tak lain pembacaan puisi oleh dua adik-adik dari Gubug Kampung Treteg, yaitu Audina Wahyuning Utami dan Amelia Uswatun Hasanah. Apresiasi yang diberikan begitu meriah mungkin salah satunya adalah judul dan isi puisi yang begitu mendalam, yaitu puisi bertema Ibu.

Awal rencana pembacaan puisi ini dibarengi dengan teater yang mengiringi pembacaan puisi, namun karena yang akan melakukan teetering tidak hadir, maka konsep pembacaan bersama teater ditiadakan. Hal ini diketahui dari Sam Inang Dongkel yang beberapa hari sebelum acara Tepung Sedulur ing Tahun Anyar mendampingi kedua adik pembaca puisi ini.

“tadinya ingin penampilan puisi dibarengi teater, dengan dua ligting yang masing-masing menerangi kedua pembaca puisi dari arah yang berbeda, melia disebelah kiri dekat perahu besar, dan Dina disebelah kanan dekat topeng besar, tapi karena Angga tidak ada ya sudah mengalir saja” ujar Inang Dongkel disela-sela acara.

Meskipun keluar dari konsep awal, penampilan dua gadis cantik ini tetap memukau dan mendapatkan apresiasi yang gemuruh dari para penonton yang mayoritas ibu-ibu dan kaum perempuan ini. Oleh karena itulah, demi menghargai karya kedua adik-adik maka kami mengabadikan karya puisi ini dalam artikel ini, dan inilah puisi bertema Ibu tersebut.




Ibu
Karya: Amelia Uswatun Hasanah

Ibu..
Terima kasih atas jasamu
Kau asuh aku
Kau bimbing aku
Kau menyayangiku
Dengan sepenh hatimu
Terutama terima kasih atas doamu
Yang selama ini kau ucapkan selesai sholatmu
Maafkan aku, yang selama ini aku berbuat salah padamu
Dan sering membuatmu jengkel dengan ulahku
Aku terkadang mengabaikan nasehatmu
Padahalaku tahu itu demi kebaikannku
Tapi kau tetap sabar mengahadapiku
Pada setiap langkah yang ku tuju
Seperti matahari yang terbit dilangit timur yang biru
Menembus jendela kamarku
Seperti berkata, bangunlah, aku akan terus bersamamu
Begitu juga dengan ibu
Cintanya tak akan pernah surut
Kasih sayangnya tak akan pernah larut
Walau aku sering tidak menurut
Terimakasih ibu


Ibu…
Karya : Audina Wahyuning Utami

Ibu..
Rino kelawan wengimu
Gerah ngeluhmu
Payah keselmu
Mung kanggo aku anakmu
Tumeko ngandung nganti tumeko aku gede
Aku tansah ngawe loro atimu buk.
Tansah nggawe mrinone batenmu
Opo kok sek onok pangapuro kanggeku
Opo kok sek banjerake welasmu kanggo aku anakmu
Aku njaluk sepuro yo bu
Nganti seprene horong isok ngenakno pribadimu
Mung dungo lan dungo seng isok tak aturake
Ing saban waktuku
Mugi Allah Gusti Kang Akario Jagad
Paring piwelas kebecikkan kanggomu ibu ku
Matur nuwun ibu ku..

Rabu, 01 Januari 2020

Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar, Even Awal Tahun Masyarat Busu

1/01/2020 10:57:00 AM 0
Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar, Even Awal Tahun Masyarat Busu



{ INDONESIA }

Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar

Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang merupakan dusun yang selama beberapa tahun ini aktif dalam pergerakan budaya, kegiatan mengeksplor kearifan local dan tradisi yang dimiliki oleh dusun penghasil Susu Perah ini menjadi semacam semangat para pemuda/mudinya. Dalam dunia pergerakan budaya, nama Dusun ini sudah tidak asing ditelinga para penggiat budaya dan literasi, terutama dalam hal kegiatan para muda-mudinya, yaitu even tahunan “Busu Jaman Biyen” dan juga dalam hal kesenian Ludruk Organik, dan dibidang literasi dan pemberdayaan masyarakat keberadaan Gubug Baca Kampung Tretek juga menjadi banyak perhatian dari berbagai kalangan.

Dan untuk menjaga serta mengembangkan Budaya yang ada di Busu, ditahun 2020 kali ini, muda mudi dusun Busu ingin mempersembahkan sebuah acara Budaya yang bertajuk “Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar”. Dengan tema besar ini menjadi suatu harapan berkumpulnya semua penggerak dan penggiat budaya yang ada di Malang Raya, atau bahkan jaringan dari luar kota. Kegiatan yang mana intinya dalah pengenalan dan pengembangan Budaya yang ada di dusun Busu kepada khalayak umum, terutama kuliner tradisional yang era kini sangat sulit didapati didesa atau bahkan wilayah perkotaan.

Selaras dengan Undang-Undang Nomer 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, yang mana didalamnya  tertulis tentang eksplorasi pendataan serta pengembangan kearifan local dan tradisi yang mana menjadi bagian dari pemajuan kebudayaan. Dan diharapkan even budaya “Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar” ini menjadi salah satu kegiatan dalam pemajuan kebudayaan Indonesia, terutama Kearifan Local dan Budaya yang ada di dusun Busu ini.

Adapun kegiatan Budaya ini akan diselenggarakan pada:

Tanggal                  : 4 Januari 2020
Hari                        : Sabtu Wage
Jam                         : 15.00 hingga pukul 23.00 wib
Tempat                    : Dusun Busu RT 22/03 (Kampung Tretek), Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang.



Suasana tradisi akan semakin kuat dengan nantinya para pengunjung akan di suguhi berbagai permainan tradisional  dan panggung budaya yang dikelola secara sederhana (ala dusun Busu) dan tentunya adanya deretan lapak (Stand) yang menyuguhkan berbagai macam kuliner dan jajanan tradisional.

Dan dalam even Budaya ini para pengunjung akan disuguhkan suatu konsep “apresiasi” dalam mendapatkan makanan tradisional yang di masak oleh Ibu-Ibu atau Mbah-Mbah dusun Busu ini, yaitu para pengunjung diharuskan mempunyai alat tukar yang terbuat dari tatal kayu (serpihan Kayu) yang dijadikan sebagai alat Barter atau sebagai alat transaksi.

Hal ini ditawarkan dan dikenalkan sebagai bentuk saling apresiasi dalam pergerakan pemajuan budaya, serta sebagai cara “unik” menghargai karya para Ibu-ibu yang telah bergiat dalam mengumpulkan dan membuat makanan tradisional yang lama tidak dikenal oleh kebanyakan masyarakat Malang.

Dengan begitu, masyarakat nantinya akan mendapati sebuah stand yang mengkhususkan sebagai stand penukaran mata uang. Masyarakat bisa menukar uang 5000 rupiah dengan dua keeping Tatal Kayu sebagai alat tukar transaksi makanan dan jajanan tradisional Busu saat even berlangsung.



Selain kegiatan budaya, di dalam even ini juga nantinya diadakan kegiatan pemeriksaan kesehatan (Tensi darah) secara geratis. Dan masyarakat yang hadir juga akan mendapatkan berbagai pengalaman dan kenangan yang bisa di dapatkan selama even “Tepung Sedulur Ing Tahun Anyar” tahun 2020 ini, yaitu akan ada stand pemberdayaan ekonomi dari komuinitas Gubug yang tergabung dalam Republik Gubuk, masyarakat bisa mendapatkan berbagai karya2 dari banyak Gubug Baca yang ada di wilayah kecamatan Jabung. Dari gantungan kunci Topeng, Karinding, Seruling, dan banyak lainnya.

Dan seperti biasanya dalam sebuah even masyarakat akan di hibur oleh berbagai tampilan budaya dalam panggung sederhana dimulai pukul 19.00 wib  dan tentunya akan menambah keakrapan dan kebahagiaan bersama, Gayeng marem suko pari suko temu sanak ing pelataran “Lemah Basoeki”.

Di Dukung Oleh :
#Kampung Tretek
#Republik Gubuk Jabung
#Paguyuban Arek Busu
#Lesbumi Kab.Malang
#DeMalang Kultur
#BPK Oi Malang Raya
#Lesbumi Jabung
#Preman Mengajar
#Sanggar Ceria Anak " Sekar Arum"
#SMK Ahmad Yani Jabung
#MI Al Ittihad Paras Poncokusumo




{ INGGRIS }

"Ing Sedulur Flour New Year "

Busu Hamlet, Slamparejo Village, Jabung District, Malang Regency is a hamlet
 which for several years has been active in cultural movements, exploring activities
 local wisdom and tradition that is owned by this Dairy Milk producing hamlet
 a kind of spirit of the youth / youth.  In the world of cultural movements, the name Dusun
 this is no stranger in the ears of cultural and literacy activists, especially in terms of
 the activities of the young people, namely the annual event "Busu Jyen Biyen" and also in terms Ludruk Organic arts, and in the field of literacy and community empowerment
 The Governor of Kampung Tretek also received a lot of attention from various groups.

 And to maintain and develop the culture that is in Busu, in 2020 this time,
 young people from Busu sub-village want to present a cultural event titled
 "Sedulur Flour Ing New Year".  With this big theme it becomes a hope
 the gathering of all cultural activists and activists in Malang, or
 even networks from outside the city.  The activity which is essentially introduction and
 Cultural development in the village of Busu to the general public, especially culinary
 traditional era which is very difficult to find in the village or even urban areas.

 In line with Law Number 5 of 2017 concerning the Advancement of Culture, which
 wherein it is written about the exploration of data collection and the development of local wisdom and which traditions are part of the promotion of culture.  And expected event
 This "Sedulur Ing Ing New Year's Flour" culture has become one of the activities in advancement Indonesian culture, especially Local Wisdom and Culture in this Busu village.

 The Cultural activities will be held on:

 Date: 4 January 2020
 Day: Saturday Wage
 Hours: 3:00 p.m. to 11 p.m.
 Place: Dusun Busu RT 22/03 (Kampung Tretek), Slamparejo Village,
 Jabung District, Malang Regency.



 The atmosphere of tradition will be stronger with the visitors who will be treated
 various traditional games and cultural stages that are managed simply (ala
 Busu hamlet) and of course there is a row of booths (Stands) that present a variety of
 kinds of culinary and traditional snacks.

 And in this Cultural event the visitors will be presented with a concept of "appreciation"
 in getting traditional food cooked by Mothers or Mbah-Mbah
 This Busu hamlet, namely the visitors are required to have a medium of exchange made from wood chips (wood chips) which are used as a barter tool or as a transaction tool.

 This is offered and introduced as a form of mutual appreciation in the movement
 cultural promotion, and as a "unique" way of appreciating the work of mothers who have
 active in collecting and making traditional foods that were long unknown
 by most Malang people.

That way, people will later find a booth that specializes
 as a currency exchange stand.  The public can exchange 5000 rupiahs with money
 two keeping Tatal Kayu as a means of exchange for Busu traditional food and snacks
 during the event.

 In addition to cultural activities, in this event also will be held inspection activities
 health (blood pressure) geratis.  And the people who attend will also get it
 various experiences and memories that can be obtained during the event "Ing Sedulur Flour
 New Year "2020, that is, there will be a stand for economic empowerment from the community
 Hut is incorporated in the Hut Republic, the public can get a variety
 the works of many reading governors in the Jabung sub-district.  From the hanger
 key Mask, Karinding, Flute, and many others.

 And as usual in an event the public will be entertained by various displays
 Culture on a simple stage starts at 19:00 WIB and will certainly add up
 togetherness and happiness together, Gayeng marem suko pari suko meeting friends
 the "Weak Basoeki" court.

Support By :
#Kampung Tretek
#Republik Gubuk Jabung
#Paguyuban Arek Busu
#Lesbumi Kab.Malang
#DeMalang Kultur
#BPK Oi Malang Raya
#Lesbumi Jabung
#Preman Mengajar
#Sanggar Ceria Anak " Sekar Arum"
#SMK Ahmad Yani Jabung
#MI Al Ittihad Paras Poncokusumo