Dua Penari Topeng Jabung
Melambangkan identitas budaya lokal yang menjadi napas utama sanggar. Gerak tari yang dinamis menggambarkan proses belajar, berlatih, dan saling berbagi pengetahuan antargenerasi sebagai upaya pelestarian seni tradisi.
Jembatan Bambu (Treteg)
Menjadi simbol asal-usul nama Kampung Treteg. Jembatan bambu merepresentasikan penghubung kehidupan, kebersamaan masyarakat, serta jalur penting bagi aktivitas sosial dan perekonomian yang telah berlangsung puluhan tahun. Ini juga dimaknai sebagai jembatan pengetahuan antara masa lalu, masa kini, dan masa depan.
Air Mengalir di Bawah Jembatan
Melambangkan kehidupan yang terus berjalan, kesinambungan nilai, serta proses regenerasi budaya yang tidak pernah terputus.
Gunung dan Matahari Terbit
Gunung mencerminkan kampung sebagai akar dan pijakan nilai-nilai lokal, sementara matahari terbit melambangkan harapan, semangat baru, dan masa depan generasi penerus pendidikan dan kebudayaan.
Ornamen Tradisional
Menggambarkan kekayaan budaya Nusantara, kearifan lokal, serta keindahan yang tumbuh dari kampung dan masyarakatnya.
Tipografi “SanggarCerita Kampung Treteg”
Huruf yang tegas namun hangat mencerminkan sanggar sebagai ruang cerita, ruang belajar, dan ruang kebersamaan yang terbuka, inklusif, dan berakar kuat pada nilai tradisi.




