MALANG – Kolok Goblok, kuliner tradisional khas Desa Wisata Poncokusumo, Kabupaten Malang, kini resmi tercatat sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia. Pengakuan ini semakin memperkuat identitas budaya lokal Kabupaten Malang yang kaya akan tradisi, seni, dan kearifan lokal.
Berbeda dengan namanya yang unik, Kolok Goblok merupakan makanan tradisional berbahan dasar buah labu, parutan kelapa, dan gula merah, yang diolah dengan cara tradisional dan penuh filosofi.
| Gambar Kolok Goblok |
Kolok Goblok, Kuliner Tradisional yang Sarat Makna
Kolok Goblok dikenal sebagai makanan khas masyarakat Desa Poncokusumo yang memiliki cita rasa manis dan gurih alami. Keunikan makanan ini terletak pada cara penyajiannya, di mana kuah manis dari gula merah dan kelapa parut berada di dalam buah labu itu sendiri.
Proses pembuatannya masih mempertahankan metode tradisional, yaitu dikukus menggunakan tanggi (alat kukus tradisional). Teknik ini menjaga cita rasa asli serta aroma khas yang sulit ditemukan pada metode modern.
Selain rasanya yang khas, keunikan Kolok Goblok juga terletak pada nilai budaya dan tradisi yang menyertainya.
Makanan Kasta Tinggi yang Hadir Setahun Sekali
Menurut cerita turun-temurun masyarakat setempat, Kolok Goblok dahulu dikenal sebagai makanan kasta tinggi. Makanan ini tidak dibuat setiap hari, melainkan hanya setahun sekali, tepatnya pada Hari Raya Idul Fitri hari ke-7.
Kolok Goblok disajikan dalam rangka tradisi selamatan Rojo Koyo (hewan ternak) seperti kambing, kerbau, sapi, dan kuda. Tradisi ini merupakan bentuk rasa syukur masyarakat atas keberkahan rezeki dan kesehatan hewan ternak mereka.
Dalam penyajiannya, Kolok Goblok biasanya disandingkan dengan ketupat segitiga. Ketupat segitiga diperuntukkan bagi hewan ternak sebagai simbol doa dan keselamatan, sedangkan Kolok Goblok disajikan untuk para tamu yang hadir.
Tradisi ini menjadi bagian penting dari kearifan lokal masyarakat Poncokusumo yang masih dijaga hingga saat ini.
Proses Pembuatan Kolok Goblok
Pembuatan Kolok Goblok dilakukan dengan langkah-langkah tradisional sebagai berikut:
-
Kupas buah labu lalu cuci hingga bersih.
-
Labu yang sudah dicuci dilubangi bagian atasnya, kemudian keluarkan bijinya.
-
Masukkan campuran kelapa parut, gula merah, dan sedikit garam ke dalam labu.
-
Kukus menggunakan tanggi hingga matang, kurang lebih selama 30 menit.
Setelah matang, labu akan menghasilkan kuah manis alami dari gula merah yang berpadu dengan kelapa parut di dalamnya. Inilah yang menciptakan rasa khas Kolok Goblok yang legit dan harum.
Pelestarian Kuliner Tradisional Kabupaten Malang
Pengakuan Kolok Goblok sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia menjadi momentum penting bagi masyarakat Kabupaten Malang, khususnya Desa Wisata Poncokusumo, untuk terus melestarikan tradisi kuliner lokal.
Tidak hanya sebagai makanan tradisional, Kolok Goblok juga menjadi simbol identitas budaya, rasa syukur, dan kebersamaan masyarakat lereng Semeru.
Dengan adanya pengakuan resmi ini, diharapkan generasi muda semakin bangga terhadap kuliner tradisional daerah dan ikut menjaga keberlanjutannya agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

0 Comments:
Posting Komentar