Acara adat di pundhen desa yang masih asri yang ada di kabupaten malang

Acara adat di pundhen desa yang masih asri yang ada di kabupaten malangMbok Rondo kuning merupakan nama situs situs yang berada di dusun Busu, masyarakat menyebut situs ini sebagai danyangan. Berlokasi di wilayah RW 5, Danyangan Mbok Rondo Kuning ini begitu asri dengan jahitan sungai kecil yang airnya begitu jernih.

Masyarakat Busu sangat menjaga tempat ini, dengan kearifan lokal masyarakat terus menyulam kesakralan punden dengan ritual ritual2 desa. Terlebih saat bersih desa, masyarakat desa busu akan memadati lokasi danyangan untuk melakukan barikan dan slamatan.


Mbah Yasin, atau Mbah Usup selalu menjadi pembuka doa ritual ini. Lokasi danyangan mbok rondo kuning ini bisa saja di sebut Hutan desa, karena rimbunan bambu dan bermacam pepohonan tumbuh subur menjulang, menambah rimbum dan keasrian lokasi punden yang kurang lebih 1000 meter persegi ini. Adapun macam-macam pohon yang tumbuh subur di lokasi punden ini adalah pohon Kemiri, duren, klampok watu, jati, lantoro, sengon tekek, randu, wet aren, beringin, mahoni, kayu nyampo, kayu kembang, kayu loe, manggis,  randu alas, sukun, rambutan, pandan alas, coklat, kayu Geduyo, puleh, jambe. 

Selain pepohonan kayu keras, keasrian Punden Mbok Rondo Kuning desa Busu di tumbuhi empat atau lebih jenis bambu, diantaranya adalah Bambu petung, bambu ampel, bambu ori, dan bambu  apus. Dan yang menambah keeksotikan lokasi punden ini, adalah bebatuan besar yang tersebar di lokasi ini. Sangat menarik untuk diabadikan lewat kamera. Bebatuan bekas aliran lahar ini menjadi satu bebatuan yang menjaga akar akar kayu dan bambu untuk menjadi jalannya sumber mata air dusun Busu.

Meski lokasi ini di sakralkan, namun ada saja orang orang yang tidak bertanggung jawab menebang bambu sembarangan. Untuk menjaga keasrian dan kerimbunan pepohonan danyangan mbok rondo kuning, perlu satu kesepakatan bersama dalam menjaganya. Karena kita tahu bersama, dengan terjaganya pepohonan dan rimbunan bambu di wilayah Hutan desa ini, maka mata air akan ikut terjaga. Dengan begitu, ketika masa kemarau, masyarakat busu tetap bisa menikmati beningnya mata air dengan terjaganya pepohonan dan bambu di wilayah danyangan Busu. Mari kita jaga dan lestarikan demi air kehidupan terus mengalir.
Penulis : Hisam
Foto : Sam Fuad

0 Comments:

Posting Komentar