Festival Busu Jaman Biyen (BJB Fest) 2026 resmi kembali hadir menyapa masyarakat setelah vakum selama lebih dari lima tahun akibat pandemi COVID-19. Berlokasi di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, gelaran yang berlangsung pada 10-12 April 2026 ini mengusung tema besar “Rekonsiliasi Budaya di Tanah Adat”.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi dan pemulihan identitas lokal masyarakat pascapandemi.
Suasana Warga Mendalami Karakter Busu Jaman Biyen
(Foto by Boem )
Daya Tarik Utama BJB Fest 2026 Rekonsiliasi Budaya dan Tradisi BJB Fest 2026 menawarkan pengalaman unik yang membedakannya dari festival desa lainnya. Berikut adalah beberapa highlight utama dari acara tersebut:
1. Suasana Desa Tempo Dulu yang Autentik
Pengunjung yang datang akan disambut dengan suasana pedesaan masa lalu yang kental. Pada malam hari, pencahayaan di lokasi festival tidak menggunakan lampu modern, melainkan hanya mengandalkan obor di sudut-sudut jalan untuk menciptakan nuansa mistis dan klasik.
2. Gastronomi Nusantara: Kuliner Tradisional Langsung dari Rumah Warga
Salah satu keunikan utama festival ini adalah partisipasi organik warga. Setiap rumah warga di wilayah RW 03 disulap menjadi lapak kuliner tradisional yang menyajikan hasil bumi lokal. Pengunjung dapat menikmati hidangan khas seperti:
- Nasi Jagung
- Jenang Grendul
- Gulali dan Kacang Rebus
Tidak hanya membeli, pengunjung juga bisa melihat langsung proses pengolahan makanan secara tradisional, mulai dari menumbuk bahan hingga menggiling jagung menggunakan alat kuno.
3. Pertunjukan Seni dan Budaya yang Memukau
Festival ini didukung oleh Kementerian Kebudayaan RI melalui program Dana Indonesiana 2026. Berbagai atraksi seni yang ditampilkan antara lain:
- Pawai Budaya keliling dusun sebagai pembuka acara.
- Tari Topeng Gunungsari khas Jabung.
- Ludruk Organik yang dipentaskan oleh petani lokal tanpa latar belakang seni formal.
- Teater Tari “Pengakuan Rahwana” dari Malang Dance yang memberikan perspektif baru tentang tokoh Rahwana sebagai simbol cinta sejati.
- Pemberdayaan Ekonomi dan Gotong Royong Warga
Ketua Pelaksana BJB 2026, Depi Ari Cahyono (Kusnadi), menekankan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah pemberdayaan dan kemanfaatan masyarakat. Panitia tidak memungut biaya bagi warga yang ingin berjualan, sehingga mendorong partisipasi tinggi dari pelaku UMKM lokal. Dari target awal 25 lapak, antusiasme warga melonjak hingga lebih dari 50 pendaftar.
Selain kuliner, atraksi "pekerjaan kasar" masa lalu juga ditampilkan oleh pemuda setempat, seperti memotong kayu dengan alat kuno dan menggendong kayu menggunakan keranjang tradisional khas tahun 1980-an.
Dukungan Pemerintah Kabupaten Malang
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menyatakan kekagumannya atas militansi warga Dusun Busu dalam menjaga warisan leluhur. Ia berkomitmen untuk menjadikan Busu Jaman Biyen Festival sebagai agenda rutin tahunan dalam kalender wisata resmi Kabupaten Malang.
Kata Kunci SEO: Festival Busu Jaman Biyen 2026, BJB Fest Malang, Wisata Budaya Jabung, Kuliner Tradisional Malang, Rekonsiliasi Budaya, Wisata Malang Timur, Dana Indonesiana 2026, Desa Slamparejo.
.jpeg)
.jpeg)


0 Comments:
Posting Komentar