PETANI “Penyangga Tatanan Negara Indonesia” - KECAMATAN JABUNG | KAMPUNG ADAT | DUSUN BUSU MALANG | KABUPATEN MALANG
Kampung adat jaman dulu dimana ada busu pada masa lalu tanpa adanya penerangan. dan merasakan keadaan kampung masa itu
Pawai wayang orang di kampung adat
Penampilan para pemain ludruk organik yang pemainya dari warga kampung dan basik mereka bukan pemeran seni
Pertujukan wayang kulit oleh dalang cilik.

Jumat, 07 Juni 2024

PETANI “Penyangga Tatanan Negara Indonesia”

https://www.kampungadat.com/2024/06/petani-penyangga-tatanan-negara.html

Beberapa waktu lalu di media sosial banyak terpampang dan mudah di temui foto hitam putih presiden  RI Sukarno, dalam foto tersebut terlihat Presiden Republik Indonesia yang pertama ini, sedang duduk di pinggiran petak sawah, dan di kelilingi oleh masyarakat petani. tidak ada keterangan lokasi pengambilan foto hanya tertulis Statmen presiden Sukarno, “Sejak kapan kalian tahu bahwa Petani itu singkatan  "Penyangga Tatanan Negara Indonesia". bertahunkan 1952, di mana umur kemerdekaan Republik ini masih seumur jagung.

Akronim atau penamaan Petani yang di katakan oleh presiden Sukarno di masa lalu. Benar atau tidaknya Petani yang memang kepanjangan dari Penyangga Tatanan Negara Indonesia, memang perlu riset yang lebih mendalam. Di luar itu, bila dihubungkan dengan kedekatan Pak Karno kepada wong alit (petani) sangat dimungkinkan, hal ini dilihat dengan  Pak Karno sebagai penggagas Marhaenisme yang diyakini terispirasi oleh seorang petani yang bernama Aen di tahun 1926-an.

Dengan kenyataan seperti itu, bagaimana peran besar profesi petani bagi keberlangsungan kehidupan di negara ini, terlebih bangsa Indonesia wilayahnya sebagian besar adalah lahan pertanian. Oleh karena itulah, bangsa Indonesia dimasa pemerintahan Sukarno hingga Soeharto begitu besar perhatiannya pada pertanian dan petani itu sendiri.

https://www.kampungadat.com/2024/06/petani-penyangga-tatanan-negara.html
Mata uang Kuno koleksi Gandok Memori Busu
Dari akronim yang di lontarkan Pak Sukarno hingga program Klompen Capir Soeharto di tahun 1980-an. Bukti bahwa peran serta dunia pertanian di negara ini sangat fital dan akhirnya mendapat perhatian oleh penggede pemerintah dan negara dengan berbagai program ataupun pujian kepada kaum petani.

Sebelum negara ini menampilkan sosok pahlawan ditiap mata uang sebagai alat tukar syah bangsa Indonesia, gambaran atau potret petani sudah mendapat apresiasi besar dengan dijadikan gambar di mata uang ditahun 1960-an.

Mata uang Indonesia berwarna merah bergambar presiden Sukarno disatu sisinya bergambar petani penggarap. Mata uang ini terlihat di sisi bawah gambar Soekarno bertuliskan Swiss sebagai penanda tempat produksi mata uang bernominal 100 rupiah ini.


https://www.kampungadat.com/2024/06/petani-penyangga-tatanan-negara.html
Mata uang Kuno koleksi Gandok Memori Busu

Melihat ini penulis berkeyakinan kuat bahwa, bangsa Indonesia sangat menjunjung tinggi perjuangan dan pengabdian Petani pada masa itu, yang era saat ini semakin terpinggirkan. Berbagai Problematika yang di alami Petani di masa ini begitu beragam, hilangnya lahan pertanian, intimidasi pada petani oleh perusahaan atau lembaga negara, dipandang rendahnya profesi sebagai petani, bahkan ketidak perpihakan pemerintah pada petani yang menyebabkan semakin merosotnya pengetahuan dan kebanggaan masyarakat untuk memilih profesi menjadi petani.

Mata uang ini adalah bukti bahwa negara Indonesia pernah begitu bangga dan menjadikan Petani sebagai "pahlawan" dalam Penyangga Tatanan Negara Indonesia.

#matauangRI #petanikeren #soekarno #tahun1960-an #Adatistiadat #normaadat #kearifanlokal #Pemajuankebudayaan #OPK


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tingggalkan komentar sesuka Anda di kolom yang tersedia...


-Terimakasih telah berkunjung-