Melestarikan Adat dan Budaya di Bulan Suro atau 1 Muharam di Kampung kami

Bulan Muharam yang di kalangan masyarakat Jawa di sebut bulan suro adalah bulan baru atau bulan pertama dalam kalender Hijriyah Islam, Bulan ini juga dianggap istimewa karna diyakini memiliki hubungan berbagai hal yang bersifat magis dan misteri. 
kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang


kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang


.Kata suro berasal dari kata Asyuro yaitu dipungut dari bahasa Arab 'Asyara, artinya bilangan sepuluh yang dihubungkan dengan tanggal sepuluh yang dalam konteks budaya Islam Jawa kata 

kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang



kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang

Asyara_Asyuro_suro  yang bermakna sepuluh itu digunakan untuk menggantikan nama bulan muharam. Pengganti kata suro untuk mengganti nama bulan Muharam sendiri menunjukan kepada pentingnya tanggal 10 Muharam bagi muslim Jawa.

kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang

kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang

 Di dalam kampung adat, suroan berarti grebek Slamet. an karena di mulai pada saat pagi hari sampai malam hari. pagi harinya,slametan dilakukan di Danyangan

kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang


kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang

Serta mengadakan acara kesenian, seperti kuda lumping dan tayuban.
Kemudian dimalam harinya acara Jabutan tumpeng dilaksanakan, guna sebagai bentuk rasa Syukur terhadap hasil bumi. 

kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang


kampung-adat-dusun-busu-kecamatan-jabung-malang

Sumber  : Selayang Pandang Dusun Busu
Pengetik : Nissa Lailatul M

0 Comments:

Posting Komentar