JABUNG, MALANG – Suasana Balaidusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, terasa hidup dengan denting gongseng dan gerak ritmis Tari Topeng Gunung Sari, Kamis (2/4/2026). Momen ini menjadi pembuka konferensi pers Festival Budaya Busu Jaman Biyen (BJBfest 2026), sebuah ajang budaya yang telah lama dirindukan masyarakat Malang, khususnya warga Busu dan Jabung.
Setelah sempat vakum sejak 2019 akibat pandemi Covid-19, BJBfest akhirnya kembali digelar pada 10–12 April 2026. Kebangkitan festival ini didukung oleh Dana Indonesiana 2026 dari Kementerian Kebudayaan RI, yang menjadi salah satu penguat terselenggaranya kembali kegiatan budaya berbasis masyarakat ini.
![]() |
| Konferensi Pers BJB Festival |
Penanggung jawab BJBfest 2026, Kusnadi, menjelaskan bahwa festival ini lahir dari semangat gotong royong warga. Ia mengenang perjalanan BJBfest yang awalnya mengusung konsep “Tempo Dulu-an” hingga berkembang menjadi identitas budaya yang kuat.
Salah satu ikon utama festival ini adalah Ludruk Organik, yang memiliki kisah unik. Berawal dari keterbatasan dana untuk mengundang grup ludruk profesional, warga akhirnya membentuk kelompok sendiri. Karena latihan dilakukan di dekat kandang sapi dan para pemain bukan seniman profesional, muncul ejekan “Ludruk Organik”. Namun, sebutan itu justru diadopsi sebagai simbol keaslian dan kemandirian warga.
![]() |
| Sepengal Adegan Ludruk Organik |
BJBfest 2026 semakin istimewa dengan hadirnya kolaborasi lintas kota. Winarto Ekram, pimpinan Malang Dance, memilih Dusun Busu sebagai lokasi pembuka pertunjukan teater bertajuk “Pengakuan Rahwana”, yang akan digelar di tiga wilayah: Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu.
Menurut Winarto, tampil di tengah masyarakat desa memberikan pengalaman berbeda dibandingkan panggung formal. Ia justru menantikan respons jujur dari warga sebagai bentuk apresiasi terhadap karya yang telah dipentaskan puluhan kali di berbagai daerah di Indonesia.
![]() |
| Penampilan Topeng Wayang Jabung |
Sebagai penutup konferensi pers yang digelar secara lesehan, para awak media disuguhi cuplikan “Hikayat Keblek” yang dibawakan oleh para pemain Ludruk Organik. Pertunjukan ini menjadi teaser untuk puncak acara yang akan digelar pada 12 April 2026.
BJBfest 2026 menjadi bukti bahwa kekuatan budaya lokal dapat tumbuh dari desa dan memberi dampak luas. Lebih dari sekadar hiburan, festival ini menegaskan bahwa kedaulatan budaya tetap hidup di tangan masyarakat.
.jpeg)

.jpeg)
