Macul

Macul, atau dalam Bahasa Indonesia berarti mencangkul adalah salah satu kegiatan yang biasa dilakukan oleh para Petani untuk mengolah lahan pertanian mereka. Entah itu untuk membajak, menggali, meratakan tanah untuk keperluan cocok tanam maupun yang lainnya. Alat yang digunakan untuk mencangkul namanya yaitu Pacul. Pacul adalah alat tradisional yang terbuat dari besi dan kayu. Dan pegangan yang terbuat dari kayu itu namanya Doran.

Seperti ini gambarnya:
Pacul
Karena di Dusun Busu yang damai & indah ini sebagian besar masyarakatnya adalah petani (yang nulis ini juga petani) pasti akrab dengan yang namanya Pacul. Bukan hanya petani saja yang akrab dengan pacul, pekerjaan lainnya juga banyak sekali yang membutuhkan alat tradisional ini. Contohnya adalah pekerja bangunan membutuhkan pacul gawe ngudek lolo, nggawe boto yo perlu pacul, kerja bhakti yo mesti kudu nggowo pacul, Lan liyo-liyone.

Bukan hanya itu, Para pemilik lahan persawahan dan kebun juga memerlukan jasa untuk menggarap sawah dan kebun mereka. Pastinya mereka (pemilik lahan) akan membutuhkan banyak bantuan untuk menggarap lahannya, dan mereka (pemilik lahan) biasanya mempekerjakan orang-orang untuk macul di lahannya. Biasanya lahan yang akan di garap berupa perkebunan tebu, atau sawah yang akan di tanami jagung, singkong, ketela, kacang, dan lain-lainya.

Pekerjaan macul biasanya dilakukan pada pagi hari antara jam 7 sampai jam 10, atau tergantung kesepakan antara pekerja dan pemilik lahan. Pekerjaan macul ini tidak gampang dan juga tidak begitu sulit, apabila kita menekuninya pasti hasilnya akan memuaskan. Macul bukan hanya sekedar mengayunkan pacul ke tanah. Tetapi macul perlu keahlian khusus untuk melakukannya. Diperlukan tenaga dan tehnik yang baik untuk memperoleh hasil yang memuaskan. Di perlukan waktu bertahun-tahun untuk ahli dalam bidang ini. Banyak para petani yang sudah berpuluh-puluh tahun akrab dengan pacul, dan ketika di bilang ahli mereka tidak mau mengakui kalo ahli dan sampai saat ini mereka juga mengaku masih belajar, isin paleng yo rek. hehe.

Sedikit tips tentang mencangkul versi saya,

  • Bangun pagi, sebelum melakukan pekerjaan ini kita memang harus selalu bangun pagi untuk sholat Shubuh dulu dan berdo'a, agar macul kita di beri kelancaran. 
  • Selesai sholat, siapkan peralatan tempur untuk macul. Antara lain pacul pastinya, pakai baju lengan panjang dan celana panjang, sepatu (gak nggawe yo ra popo), sarung tangan, topi dan dasi, juga kain tambahan untuk krudung sebagai penutup kepala, jangan lupa bekalnya, air putih 1 galon, hehe.
  • Sarapan, ini adalah hal yang wajib kita lakukan apabila hendak mencangkul untuk sumber tenaga kita, dan saya yakin setiap rumah petani pasti tersedia kopi setiap pagi, silahkan meminumnya secukupnya saja. Tapi kalau puasa ya gak usah sarapan lho yo, batal engkok posone
  • Jangan keburu berangkat, santai sejenak agar sarapan yang kita makan tercerna dengan baik oleh tubuh dan memberikan tenaga maksimal untuk tubuh kita.
  • Berangkatlah dengan santai, semangat dan perasaan senang menuju medan pertempuran. Sapa dan beri senyuman kepada orang yang kita temui di jalan lebih dulu. Baik yang kenal maupun yang tak kita kenal.
  • Sampai di tempat, berhenti sejenak dan lihat kearah lahan yang akan kita olah untuk menspekulasi apa saja yang harus kita lakukan.
  • Mulailah macul dengan semangat, tetapi jangan ngoyo (terlalu bersemangat), woles ae. Karena akan membuat tenaga kita cepat terkuras.
  • Jangan sungkan-sungkan untuk istirahat jika sudah merasa lelah, Istirahat lah yang cukup di tempat yang teduh. Jangan sebentar dan jangan terlalu lama. Agar tenaga kita pulih kembali.
  • Jangan terlalu memaksakan tenaga, ada kalanya tubuh akan terasa sangat lelah dan sudah tak sanggup untuk melanjutkan kembali. Itulah waktu yang tepat untuk menyudahi macul anda dan melanjutkan pada lain waktu.
Saya kira itu saja sedikit tips dari saya, mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang cocok dan susah di mengerti oleh pembaca. Jika pembaca ingin menambahkan dan memberikan saran lain silahkan di tulis di kolom komentar, saya akan senang jika anda berkomentar.

Pada hakekatnya setiap pekerjaan mempunyai makna dan pembelajaran bagi hidup kita. Macul adalah pekerjaan yang sangat mulia menurut saya, karena kita bisa mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan tersebut. Apa jadinya jika tidak ada pacul di dunia ini, mungkin dunia akan terasa hampa. hehehe




Menurut wejangan Sunan Kalijaga kepada Ki Ageng Sela, cangkul terdiri dari 3 bagian, yaitu: 
a. Pacul (bagian yang tajam) 
b. Bawak (lingkaran tempat batang doran) 
c. Doran (batang kayu untuk pegangan cangkul) 

Arti Falsafah :
 A. PACUL 
Pacul dari kata Ngipatake barang kang muncul / membuang bagian yang mendugul (semacam benjolan yang tidak rata), Sifatnya memperbaiki. Sebagai umat islam kita harus selalu berbuat baik dan selalu memperbaiki hidup kita yang bergelimang dosa. Maka, seperti halnya pacul yang baik, yaitu kuat dan tajam, kita harus kuat iman dan tajam pikiran kita untuk selalu berbuat kebaikan. 

B. BAWAK 
Bawak dari kata obahing awak / geraknya tubuh. Maksudnya : sebagai orang hidup kita wajib bergerak agar tubuh selalu sehat. Sudah semestinya sebagai manusia yang beriman dan berpikiran sehat, kita wajib berikhtiar. Seperti halnya bekerja untuk memperoleh nafkah lahir demi kelangsungan hidup didunia dan bergerak mengerjakan amal ibadah yang di syariatkan untuk memperoleh nafkah batin sebagai bekal dikehidupan akherat.

C. DORAN 
Doran yang berasal dari kata donga marang pangeran / berdo'a kepada Tuhan. Maksudnya : kita sebagai manusia harus selalu berdo'a kepada Allah. Karena doa ini juga bagian vital dari ibadah. Apalagi sholat lima waktu dalam sehari merupakan kewajiban umat islam yang tidak bisa ditawar - tawar lagi dan harus dilaksanakan sepenuhnya. 
Jadi falsafah pacul tersebut mengandung makna ajaran agama yang tinggi nilainya. 



Selamat  Macul  . . .

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tingggalkan komentar sesuka Anda di kolom yang tersedia...


-Terimakasih telah berkunjung-